Tragedi bahasa korea…

Kejadian memalukan ini terjadi diawal-awal musim semi tahun ini. Sudah agak lama tapi selalu membuat saya tertawa jika teringat kembali. Saat itu saya dan keluarga makan bersama disebuah restoran korea langganan kami. Menunya adalah 굴국밥 (kulkukbab), sup nasi kerang. Makanan yang pas untuk cuaca yang masih agak dingin.

Sesampainya di restoran tersebut, ternyata ada senior saya yang kebetulan juga sedang makan di restoran tersebut. Setelah menyapa dan basa-basi sedikit kami kemudian duduk ditempat lesehan. Kami pun memesan dan menunggu beberapa saat, makanan pun datang dengan kondisi masih mendidih di dalam hot plate. Kami pun makan dengan lahapnya. Senior saya yang sudah selesai makan, pamit lebih dulu kembali ke lab. Alhamdulillahnya, beliau ternyata sekalian membayar makanan kami… hehehe. Rejeki emang gak kemana :).

Setelah selesai makan dan juga menghabiskan makanan tambahan (반찬, banchan) lainnya, kami pun bersiap pulang. Disinilah terjadi dialog antara saya dengan ajumma pemilik restoran tersebut:

Ajumma : 그냥 가요 (langsung aja, just go).
Saya : (dengan pedenya menjawab) 세살 임니다 (3 tahun umurnya, sambil menunjukan ke anak pertama saya).
Ajumma : (dengan muka bingung sambil senyum dikit) 그래 (oh iya).

Kemudian kami pamit dengan meninggalkan kebingungan diwajah si ajumma. Sepanjang perjalanan, istri saya ga bisa berhenti tertawa. Ternyata saya ngobrol dengan ajumma itu jaka sembung naek ojek… hehehe. Bahasa korea saya yang level TK ternyata sekarang dah turun lagi jadi level bayi :D.

Advertisements
Posted in Korean Life | Leave a comment

Sintesa keramik dari bahan baku polimer

Judul aslinya Polymer-derived ceramics, tapi mudahnya saya buat seperti judul di atas saja. Bahan dasar untuk pembuatan keramik biasanya adalah serbuk dengan beberapa bahan tambahan seperti dispersant, binder, plasticizers dan juga solventnya. Bahan-bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai rata (menggunakan ball milling). Setelah proses pencampuran dan pengeringan, serbuk tersebut siap disintering. Microstructure yang dihasilkan dari proses ini akan sangat tergantung dari serbuk awal yang digunakan. Jika rata-rata ukuran partikelnya besar, maka ukuran butir (grain size) yang dihasilkan juga akan lebih besar lagi. Dengan ukuran butir yang besar, sifat-sifat mekanik dari keramik tersebut akan rendah. So that, the starting fine powder is needed to get fine grain size. Masalahnya, nano powder keramik itu muahhaaaalllll banget…so how? Continue reading

Posted in Graduate Life | Tagged , , | Leave a comment

Rusak (lagi)…

Kemaren hot-pressing vacuum furnace kembali rusak :(. Untuk yang kesekian kalinya semenjak ditinggal juragan. Artinya harus keluar uang lagi minimal lima juta won *narik napas… Continue reading

Posted in Graduate Life, Korean Life | Leave a comment

Dispersi partikel

Hari selasa kemarin, ada seorang teman (orang India) yang meminta bantuan saya untuk menggunakan Delsa Nano untuk mengukur distribusi partikel dan juga zeta potential. Sebenarnya saya agak keberatan (bukannya karena saya emang dah berat yah… hehehe) karena sudah hampir 3 tahun saya tidak menggunakan alat tersebut. Butuh waktu bagi saya untuk belajar lagi supaya ingat dengan cara pengoperasiannya. Lagi pula, selama saya menggunakan alat itu hanya untuk mengukur besar partikel, belum pernah mencoba untuk zeta potential. Karena terus didesak dan hasil pengukurannya akan digunakan untuk menjawab pertanyaan reviewer, akhirnya saya luluh juga… (kaya apaan aja). Jadilah kami janjian akan menggunakan alat tersebut setelah jumatan. Continue reading

Posted in Graduate Life, Korean Life | Leave a comment

What’s up?

Lagi bengong-bengong nungguin high energy milling yang lagi jalan, kepikiran blog yang dah lama ga ditengok. Dah banyak sarang laba-laba dan debu dimana-mana neh… hehehe. Menariknya, ternyata pengunjung teramai ke blog ini membaca artikel “mengaktifkan blackberry di Korea“. Mungkin karena lagi demam Korea di Indonesia trus banyak yang pengen datang ke Korea. Padahal, di Korea sendiri, banyak yang gak tau apa itu blackberry. Moreover, Blackberry juga lagi kolaps. Penjualan dan pengiriman hapenya menurun (disini). Sampe-sampe terjadi pengurangan karyawan segala. RIM sedang butuh inovator-inovator handal supaya bisa bersaing dengan Samsung dan Apple. Tapi anehnya, penjualan blackberry di Indonesia tetep laris manis tanjung kimpul :D. Pasar Indonesia emang sedikit anomali… hehehe. Continue reading

Posted in Lain-lain | Leave a comment

Athifa Faiza Zahirah

Athifa Faiza Zahirah two months ago:

Continue reading

Posted in Family | 1 Comment

Publikasi Ilmiah

Publikasi ilmiah adalah sistem publikasi yang dilakukan berdasarkan peer review dalam rangka mencapai tingkay obyektivitas setinggi mungkin (Wikipedia). Publikasi ilmiah tentu sangat tidak asing buat para peneliti maupun mahasiswa pasca sarjana. Buat peneliti, publikasi ilmiah selain sebagai cara untuk mempublikasikan hasil penelitian juga merupakan syarat untuk kenaikan pangkat. Untuk mahasiswa pasca sarjana, publikasi menjadi syarat untuk kelulusan. Tentu diperlukan hasil penelitian yang berkualitas untuk dapat dipublikasikan di sebuah jurnal ilmiah dengan proses review yang ketat. Hasil penelitian yang berkualitas ditentukan dari beberapa faktor, diantaranya kedalaman berpikir peneliti yang bersangkutan dan juga dana penelitiannya. Continue reading

Posted in Graduate Life | Leave a comment