2014

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala tuhan semesta alam, yang tidak pernah putus memberikan nikmat kepada semua mahluknya, baik yang syukur maupun kufur. Saya bersaksi tiada ilah yang patut disembah kecuali Allah azza wa jalla. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam, keluarganya dan juga para sahabatnya yang mulia. Generasi emas Islam yang tiada bandinganya, yang dibimbing dan berjuang bersama Rasulullah shalallahu alaihi wa salam demi tegaknya kalimat tauhid. Ya Allah, semoga hambaMu ini bisa mempunyai keimanan seperti para sahabat Rasulullah.

Tidak berasa sebentar lagi tahun 2014 sudah mau habis, diganti dengan tahun yang baru. Benernya buat saya pribadi pergantian tahun tidak terlalu penting kecuali menunjukan semakin dekatnya dengan kematian. Tahun 2014 adalah tahun duka buat saya, tahun dimana saya ditinggal oleh orang-orang yang saya sayangi untuk selamanya. Nenek saya meninggal pada bulan Maret dan adik saya meninggal pada bulan Agustus. Dua kejadian ini cukup membuat saya goyah, terlebih mereka meninggal dengan mendadak tanpa di dahului sakit atau kejadian lainnya. Hal ini pula kembali mengingatkan saya kalau umur itu rahasia Allah dan tidak kenal muda atau tua, jika sudah sampai saatnya maka tidak akan mundur ataupun maju sedetik pun.

Nenek Djanimah layaknya orang tua kedua buat saya, karena beliau lah yang mengasuh saya pada masa sebelum sekolah. Jadi ceritanya pas orang tua saya pindah tugas ke Tangerang, saya tetap tinggal di Bandung di urus Kakek dan Nenek sampai saya mau sekolah. Alhamdulillah saya masih sempat bertemu Nenek sebelum keberangkatan saya ke Jepang. Nenek pun memberikan nasehat untuk selalu tegar hidup di perantauan yang jauh dari sanak saudara. Alhamdulillah Nenek juga masih sempat bertemu dengan cicit-cicitnya. Pada saat kami berpamitan pulang, Nenek bilang “mudah-mudahan masih ada umur bisa bertemu lagi pas Novi pulang dari Jepang” :(. Allahumaghfirlaha warhamha wa’aafihi wa’fu ‘anha. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa Nenek, dimudahkan hisabnya, dilapangkan kuburnya dan ditempatkan ditempat yang tertinggi bersama orang-orang yang sholeh dan sholehah.

Adik saya Ganjar Akhirudin ini memang spesial, orangnya rame banget, suka sok akrab sama orang baru yang akhirnya bisa akrab beneran. Teman saya berantem, lebih karena sifat-sifatnya yang hampir sama dengan saya (berasa lihat cermin kalau lihat kelakuannya). Sampai akhirnya dia berubah, entah kenapa nih anak mulai mau mengaji dan mendengarkan kajian-kajian Islami. Kajian yang paling dia senangi itu kajiannya Ustadz Armen Halim Naro yang judulnya Hati yang Berjiwa Hanif. Sekarang saya tahu kenapa hati adik saya yang satu ini lembut sekali, mudah sekali tersentuh dan tidak pernah menolak kebenaran yang datang kepadanya. Jauh sekali dengan hati saya yang kadang masih tersimpan ego untuk mengakui kebenaran… astaghfirullah… Dari kajian ini juga sepertinya adik saya belajar mengenai amalan unggulan yang tidak ada seorang pun yang tahu. Iya, tidak ada seorang pun yang tahu, meskipun kami adalah keluarga terdekatnya, meskipun saya adalah tempat curhatnya. Jadi adik saya ini meminta izin ke Bapak saya untuk berangkat ke Jalur Gaza yang sedang digempur habis-habisan sama Israel. Kata Bapak saya, ga harus berangkat ke Gaza untuk berkontribusi buat saudara-saudara muslim di sana. Dan adik saya ini pun sedang mempersiapkan pernikahannya tahun depan. Dia mulai menabung dan juga memperlayak rumahnya untuk ditinggali kelak dengan Istrinya. Ganjar pun sempat cerita ke saya mengenai bagaimana Mezut Ozil menyumbangkan hadiah uang yang didapatkannya untuk Palestina. Kemudian saya nasehati untuk juga bisa menyumbang sesuai dengan kemampuannya. Sepeninggalnya, orang tua saya ke bank untuk mengurus penutupan rekeningnya. Kagetnya orangtua saya karena tabungannya hanya tinggal beberapa puluh ribu rupiah. Setelah dilihat recordnya, ternyata adik saya rutin menyumbangkan tabungannya dan penghasilannya dari bekerja selama tiga bulan terakhir ke sebuah lembaga kemanusian untuk palestina. Allahu Akbar, dia habiskan semua tabungannya yang seharusnya dipakai buat persiapan nikah untuk membantu saudara-saudaranya di Palestina. Dari segi jumlah, lumayan besar untuk ukuran bujangan yang hidup sendiri mah. Amalan yang cuma dia dan Allah yang tahu, tanpa kami semua tahu. Dan hari ini adalah hari lahirnya, met milad brother, semoga surga menjadi hadiah terindah untukmu. Allahumaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu.

Tsukuba, 3 Desember 2014

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements
This entry was posted in Lain-lain. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s