Kebutuhan dasar laboratorium keramik maju

Mulai nundutan di kantor, efek Athifa yang bangun tengah malem trus ga mau tidur lagi. Walhasil, sukses tidur habis subuh dan jam 7an pagi dah diteriakin sama Istri untuk bangun… hehehe. Niatnya tadi pagi mah pengen lanjut eksperimen tapi gagal gara-gara ada yang memakai tungku dan sampelnya belum dikeluarin dari kemaren. Mau bilang ke orangnya agak sungkan, soalnya beliau peneliti senior gitu deh.

So, supaya ga ngantuk, mari kita menulis :). Minggu ini saya terlibat diskusi yang cukup serius dengan seorang teman. Teman tersebut menyarankan saya untuk pulang ke Indonesia. Mau sih pulang mah, tapi pertanyaan besarnya, saya riset apa dan dimana? apa harus kembali banting setir kiri dan kanan mencari tema penelitian baru biar survive di Indonesia? Atau tetap idealis dengan tema penelitian yang sekarang dengan resiko keterbatasan fasilitas. Semuanya masih jadi pertanyaan yang belum terjawab oleh saya đŸ˜¦

Idealnya, pulang ke Indonesia bangun lab sendiri. Karena saya berkecimpung dibidang ceramic processing, maunya mah bikin lab keramik maju di Indonesia. Ini memang impian saya (Aamiin) dan semoga bisa terwujud. Professor saya dahulu (Prof. Yoon, Yeungnam Univ.) begitu pulang dari US sono lab-nya sudah terisi buat kebutuhan dasar riset keramik. Perlahan tapi pasti sekarang lab beliau sudah cukup komplit. Seingat saya, selama 4 tahun belajar di lab beliau, ada 4-5 alat baru yang beliau beli buat kebutuhan lab. Wajar seh, mereka kelebihan uang jadi mudah saja buat beli berbagai fasilitas penunjang penelitian. Indonesia? In sha Allah bisa, tinggal butuh kemauan aja dari para pejabatnya untuk memajukan penelitian di Indonesia. Kapan? wallahu’alam… hehehe.

Sesuai judul tulisan ini, apa aja sih kebutuhan dasar sebuah lab keramik maju:
1. Tumbler mill untuk proses pencampuran serbuk keramik.
2. Oven pengering
3. Alat kompaksi
4. Box furnace dengan suhu maksimal 1500 oC.
5. Tube furnace dengan atmosfir terkondisi (inert atau vakum).
6. Zeta meter untuk mengukur zeta potential.
7. Viscosity meter.
8. Hot plate dan stirrer.
9. Grinder dan polisher.
10. Rotary evaporator.
11. Tape casting.
12. Cold isostatic pressing.

Dengan fasilitas tersebut di atas, sudah cukup untuk memulai penelitian tentang keramik. Sedangkan untuk keramik maju, terutama keramik struktural diperlukan beberapa alat tambahan, seperti:

1. Hot pressing furnace atau spark plasma sintering furnace dengan suhu maksimal 2500 oC.
2. Planetary ball mill atau beads mill untuk pengecilan ukuran sampai di bawah 100 nm. Menurut saya, beads mill lebih efektif dan cepat untuk mendapatkan partikel nano dibanding dengan planetary ball mill.

Advertisements
This entry was posted in Lain-lain. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s