“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Optimisme yang luar biasa, mungkin itu gambaran sesosok Alfian waktu pertama kali datang ke Korea untuk melanjutkan studi S3 nya di Yeungnam University. He said, “I’ll do my best and graduate as soon as possible”. Suasana kampus saat itu begitu menyenangkan dan nyaman sekali. Hampir dua bulan saya tidak mengerjakan apa-apa, masa orientasi yang begitu indah. Semuanya mulai berubah begitu juragan memberikan sebuah paper, “please find the new sintering aids for SiC based on thermodynamic approach”. Setelah baca paper tersebut langsung pengen nangis :((. Optimisme yang luar biasa di awal-awal studi perlahan mulai berubah. Tak jarang juga berpikir untuk mengibarkan bendara putih dan pulang mencari zona nyaman. Hanya satu yang menguatkan, لا يكلف الله نفساً إلا وسعها (Al Baqarah: 286), bahwa semuanya telah ditakar oleh Allah sesuai dengan kemampuan masing-masing. So, hanya perlu menjalaninya dengan sabar. Akhirnya tahun kemaren juragan setuju untuk saya lulus semester ini. Empat bulan lamanya bergulat dengan disertasi (kaya lagu Iwan fals) dari Feb 2013 – Mei 2013. Kurang tidur, mata merah, kaos lecek, badan bau merupakan sedikit gambaran kondisi pribadi selama empat bulan menulis disertasi. Dan tibalah saatnya untuk mempertahankan disertasi tersebut di depan para penguji pada sidang tertutup tanggal 3 Juni 2013 dan sidang terbuka pada tanggal 7 Juni 2013. Alhamdulillah dengan pertolongan Allah semuanya bisa dilewati dengan baik dan dinyatakan lulus.

Kebetulan tanggal 7 Juni itu adalah hari jumat, pada sholat sunnah setelah sholat jumat sengaja saya membaca surat Ar Rahman. Tidak terasa air mata ini menetes pada ayat fabiayyi ala irobikuma tukadziban. Ya Allah, jika tanpa nikmat dan karunia Mu, tidak mungkin hamba bisa sejauh ini. Jika tanpa pertolonganMu, tidak mungkin hamba bisa melewati semuanya dengan mudah. Segala puja dan puji hanya untuk Robbul ‘alamin. Satu bulan sebelumnya, tepatnya 4 Mei 2013, Allah memberikan kami sebuah kepercayaan besar dengan lahirnya putri ketiga kami, Haifa Hanifah Zahirah. Semoga kami mampu mengemban amanah besar ini, mendidiknya menjadi putri yang sholehah.

Haifa1

Haifa Hanifah Zahirah

Nasihat yang sangat indah pun mengalir dari istri saya tercinta:

Empat bulan berlalu. Cerita ‘Antara HPL dan DL’ pun berganti kisah baru. Hingga sampai pada kesudahan indah pemberianNya untuk satu episode hidup ini.

Hari ini, kembali bertambah jelas bahwa tak pernah ada sebuah kebetulan dalam kehidupan. Demikian jua perihal perjumpaan pertama dengan Professor Yoon di kampus UI, kala itu. Ya, semua telah tersusun rapi dalam skenario terbaikNya. Alhamdulillah.

Hari ini, nyata sebuah pembuktian untuk diri. Tak akan pernah tersia-siakan semua ikhtiyar sekalipun diri sering merasa lelah bahkan nyaris rebah. Semua tempaan yang tak jarang membuat langkah terhenti sejenak, ternyata mampu mencipta habits yang luar biasa.

Hari ini, mungkin dunia menyematkan sebuah gelar untuk perjuanganmu. Namun, akhirat tak kan pernah mengenalnya. Hanya keberkahan dan kemanfaatan yang mampu menyelamatkan diri atas setitik ilmu yang dititipkanNya.

Semoga semua yang diperoleh mampu menjadi penerang di jalanNya, kian tertunduk dalam ketaatan, terhujam keyakinan tak ada sedikit pun celah untuk berbangga dan membusungkan dada.

Dan..mudah-mudahan nasihat berharga dari Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mampu menjadi cambukan semangat dalam perjalanan mencari ilmu selanjutnya.

“…Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru. Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya. Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar, ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya. Demi Allah, hakikat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa. Bila keduanya tak ada maka tak ada anggapan baginya.”

Barakallah Abi, Alfian Noviyanto.. Senyum yang terlukis di foto ini mengingatkan simpul senyum yang sama sesaat setelah akad kala itu. Mungkin mengekspresikan perasaan yang sama, lega..plong..^^

Sekali lagi, fabiayyi ala irobikuma tukadziban…

Gyeongsan, 28 Juni 2013

Alfian

Advertisements
This entry was posted in Family, Graduate Life. Bookmark the permalink.

One Response to “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

  1. TUlisan yang bagus banget…semoga Allah yang Mahakuasa mempertemukan kita ya Akhi…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s