Studi di Korea

Ternyata susah sekali untuk istiqamah menulis… hehehe. Ini adalah tulisan pertama saya di tahun 2013. Kesibukan yang membuat saya sedikit susah untuk menulis di blog ini (pembelaan… hehehe). Semester ini adalah semester 8 artinya hampir 4 tahun saya sekolah di Korea. Dalam 4 tahun ini, banyak banget perubahan yang terjadi. Ternyata, perkembangan itu cepat sekali yah… hehehe.

Tanggal 24 Agustus 2009 saya sampai di Korea. Dulu belum demam K-POP di Indonesia, jadi pilihan untuk melanjutkan sekolah di Korea sedikit aneh untuk kebanyakan orang. Bahkan ada yang sedikit mencibir keputusan saya untuk melanjutkan studi di Korea. Pada saat itu, tujuan utama untuk melanjutkan sekolah di luar negeri adalah Jepang, Eropa dan USA. Pertanyaannya, kenapa Korea? Pertimbangan saya terbesar waktu itu adalah dapat beasiswanya di Korea… hehehe. Yang lainnya gagal. Hal lainnya adalah fasilitas untuk melakukan penelitian yang cukup lengkap so saya tinggal fokus saja sama studi saya tanpa perlu direpotkan untuk mencari fasilitas tersebut. Satu yang kurang saya perhatikan dan ternyata sangat penting yaitu gaji bulanan :D.

Selanjutnya, bagaimana caranya melanjutkan studi di negeri ginseng ini. Ada dua jalur, jalur pemerintah dan jalur professor. Jalur pemerintah dikenal dengan nama KGSP (Korean Goverment Scholarship Program). Seleksinya lewat kedutaan korea di masing-masing negara. Karena cukup banyak yang mendaftar tiap tahun, seleksinya cukup ketat. Tapi seandainya lulus, semua terbayar dengan fasilitas dan biaya yang ditanggung beasiswa ini. Juga biaya hidup bulanan yang lumayan cukup untuk ditabung jika berhemat… hehehe. Jalur lainnya adalah jalur professor. Jalur ini memerlukan kesabaran dan keuletan karena harus mencari sendiri professor yang sedang membuka beasiswa. Cara gampangnya, bisa ditanyakan langsung ke teman yang sedang di Korea atau pantengin terus FB beasiswa di Korea yang dibuat teman-teman PERPIKA. Biaya hidup dari jalur ini disupport oleh professor dari uang project yang besarnya tergantung kebaikan dari professor tersebut :D. Ada yang dapat cukup tinggi sehingga cukup lebih untuk menabung, ada juga yang pas hanya untuk hidup sebulan atau juga ada yang kurang sehingga masih harus di support sama yang lain. Baiknya, sebelum berangkat, berapa gaji yang didapat tiap bulannya harus jelas. Biaya hidup bulanan di kota tempat Universitas itu berada dapat ditanyakan ke mahasiswa Indonesia yang berada di Universitas tersebut. Untuk menghemat, tinggal di asrama kampus merupakan pilihan yang tepat atau bisa menyewa studio diluar kampus bersama dengan mahasiswa Indonesia atau asing lainnya.

Seandainya sudah dapat beasiswa di Korea, jangan langsung senang terus koprol :D. Mencari beasiswa memang butuh usaha keras dan setelah dapat beasiswa butuh usaha lebih keras lagi untuk survive di Korea. Menariknya, akhir-akhir ini banyak yang mau ke Korea hanya karena lagi demam K-POP dan drama Korea :D. Padahal, hidup disini jauh berbeda tidak seperti yang digambarkan di drama-drama Korea… hehehe. Untuk lebih lengkapnya baca aja disini. Satu lagi mungkin yang bisa saya tambahkan, kegagalan studi di Korea bisa juga karena ketidak mampuan mengenali karakter dari Professor.

Akhirnya, saya juga mau memberitahu kalau lab saya sedang membuka beasiswa untuk MS/PhD. Nanti mahasiswa tersebut akan mempelajari dan meneliti tentang Silicon Carbide yang meliputi sintering additives, fabrikasinya, juga propertiesnya. Silahkan kontak saya untuk informasi lebih lanjutnya. Semoga bermanfaat buat para pemburu beasiswa ke Korea :).

Advertisements
This entry was posted in Graduate Life, Korean Life and tagged , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Studi di Korea

  1. Fatkhur says:

    betul para admin beasiswa korea kebanjiran ababil yg ingin “studi” ke korea hanya karena kpop, sedikit pesen ya buat ababil–> hidup di korea nggak murah gak ada nasi 5000 rp adanya 5000 won, di lab kemungkinan waktu lo buat jalan2 hampir 0 alias gak mungkin lu nonton kpop atau mbuntutin idola lu. disini ekpetasi tinggi, artinya lu harus bs gini gitu dan kebanyakan prof gak akan ngasih atau ngajarin lbh dulu!! ente cari sendiri caranya sampe ujung kulon!!. kecuali memang ente super tajir atau dpt beasiswa G to G atau KGSP (beasiswa ini dapetnya susah tp pressure nya rendah klo dah ketrima). kecuali kalo emang lu orang super tajir, duit bukan masalah, segala bs di bayar alias sekolah berbayar dengan rata2 spp utk univ swasta (non seoul) 2,5 jt won/semester belom termasuk akomodasi dan makan.

  2. putri says:

    studi di korea dengan mengandalkan beasiswa memang sangat menghemat biaya, walaupun harus kerja keras terlebih dahulu..
    studi di korea juga menambah banyak sekali ilmu pengetahuan. http://mayantara.sch.id

  3. Mumu Jjang says:

    saya S1 keperawatan… pengen lanjut S2 di korea, pengen belajar traditional medicine atau biologi…. bisa gak???? cara dapat profesor giman???

    • alfiantea says:

      Ga ada yang gak bisa mbak kalau ada niat mah. Saya sudah jelaskan secara singkat cara mencari professor. ada dua link yang saya kasih, pertama KGSP dan FB beasiswa perpika. tinggal Mbak ikutin terus aja. Atau mbak mencari sendiri dengan mengunjungi setiap situs kampus di korea. Semoga berhasil mbak.

      • Mumu Jjang says:

        Makasih yaa udah di repLy…
        di korea gak apa2 yaa kaLau S1 sama S2 gak sama??? sy trtarik skaLi sama traditionaL medicine… doa’in yaa smoga sy bisa jg dpt beasiswa spt anda.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s